Kamis, Maret 03, 2016

Mengapa Ahok...

Sebenernya sih saya berharap Ridwan Kamil maju ke DKI Jakarta 1 buat jadi penantang Ahok, dan selanjutnya 2019 jadi calon presiden buat nandingin Pak Jokowi. Bakalan rame nih dunia Social Media antara pendukung yang saling ngeles, berbagai macam alesan kenapa Ridwan kamil boleh, Jokowi enggak, dan berbagai macam.
Inget jaman dulu, waktu Gusdur jadi presiden. Taat beragama, Cucu pendiri NU, ilmu-nya luar biasa, tulisannya ribuan, eh malah dibilang Presiden antek Yahudi, dibilang presiden (mohon maaf) kyai buta, akhirnya terlengserkan dan disia siakan begitu saja
Dulu sekali, kita mendambakan Partai diluar Orde Baru atau diluar PPP, yang bisa menyalurkan aspirasi Islam, eh Partai itu malah sama aja. Kadernya terlibat korupsi juga
Dulu sekali, kita mendambakan Gubernur yang tegas tak pilih pilih brantas korupsi, gubernur yang bisa meng-gratiskan biaya administrasi kelurahan, membongkar tempat prostitusi, merapikan tanah abang, membongkar birokrasi perijinan, dikirimlah oleh Tuhan Jokowi sebagai gubernur. eh malah kau sia siakan pula
Marahlah ALLAH.... Marahlah Tuhanmu.
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dinaikkan lah Mr. Jokowi jadi RI 1, tinggallah Ahok, si Cina yang kristen ini menetap di Jakarta. Itulah azab yang diberikan oleh Allah kepada orang yang yang tak bersyukur.
Kau tulis di wall facebook 1 untain kalimat kebencian per hari, iya kalo terbukti.. Kalau tak terbukti 1 dosa mu telah dicatat oleh malaikat Rakib dan atid yang senantiasa bersamamu sepanjang hari. Semakin lama AHOK berkuasa, semakin banyak cuitan/postingan tentang dia yang tak terbukti, semakin banyak pula catatan dosamu dicatat oleh Malaikat. Dan ingat, cuitanmu yang salah itu merupakan hubunganmu dengan sesama. Jadi ALLAH akan mengampuni dosamu manakala kau telah meminta maaf kepada orang yang dzolimi dan orang itu memaafkanmu. Seperti halnya jika orang itu mencuri, kau harus kembalikan dulu barangnya, meminta maaf, jika orang itu memaafkanmu, maka selesailah (CMIIW)
Itulah azab buatmu, menumpuk dosa.
Tapi ya gak yakin juga sih bakalan sepi postinganya. Meskipun Si koh Ahok ini malah ujug ujug masuk Islam. Saya yakin dia akan dikejar terus mengenai ke Cina-annya.
Okelah taruh katanya, Ahok bisa menghilangkan ke-cina-annya dan akhirnya matanya bisa jadi gede, dan tidak sipit, pun dia akan "dikejar" dengan kebetawiannya. Bukan orang betawi, Gak boleh jadi gubernur.
Akhirnya Tuhan pun kesal, dirubahlah AHok menjadi orang Betawi Toh kita akan kejar dia dengan bahasa nya yang ceplas ceplos. Jadi Gubernur harus santun, gak cocok AHOK jadi gubernur. Ceplas ceplos.
Lhaaa mau mu itu seperti apa ? kata Tuhan. Jadi mirip cerita Rasulullah yang bernegosiasi dengan nabi musa mengenai masalah Sholat. Perintah pertama itu sholat ada 50 waktu. Akhirnya ditawar jadi cuma 5 waktu (subuh, dhuhur,asyar,magrib,isya). Giliran udah dikasih 5 waktu, yang dikerjain paling cuma magrib. Percaya deh nanti cerita ini juga ada yang bantah mengenai ke shahihan hadistnya. Intinya itu manusia itu memang tak pandai bersyukur.
Menarik memang membahas Ahok ini. Membuka mata kita akan berbagai hal.
(blm selesai... asyar dulu)

Rabu, Desember 02, 2015

Kisah 1001 kopi


Source : Google.com


Anu-mu sungguh menggoda. Bentuknya yang khas, benar benar mengundang selera. Tak berani kutatap anu-mu karena apalah aku ini. Masyarakat kelas bawah sepertiku ini tak pantas rasanya ku sekedar melihat anu mu. 
Seketika jantungku berhenti berdetak mana kala desah suaramu memanggilku untuk menikmati anu mu. Kugenggam erat, kutekan tekan hingga akhir tetes. Luar biasa. Begitu pekat, kurasakan manis didalam pekatnya anumu. Entahlah, semakin ku menjauhi anu-mu, semakin ku terbayang akan romantisme aroma-mu.


---------------------------------

"J*nc****ook, sopo sing mbalang sendal nang rai ku" ujar ateng sambil menahan sakit akibat sendal menclok di mukanya. 

( mohon dimaklumi, ateng ini kelahiran portugis, lama sekolah disolo, banyak bergaul dengan orang jawa timur terutama surabaya, dan lama juga menetap di Emirates London. Jadi bahasa jawa-nya cenderung gabung gabung khas nusantara).

"Kowe iki ngopo ??, ngona nganu, ona anu, ngelindur po sampeyan " tanya wagino sambil ngguya ngguyu.
(Ngguya ngguyu ki maksute ketawa ketiwi)

"Wasyeem... aku iki lagi ngimpi minum kopi hitam arabika nan lezat, malah dibangunin toh no...no....wagino"sungut ateng kesal. 
"Seumur hidupku iki, aku ra tau ngrasakno ngombe kopi arabika no... paling mentok yo kopi sachet....kelarangen kuwi arabika (kemahalan)"....

"Lho... apa salahnya minum kopi sachet, teng.... justru peminum kopi sachet itu levelnya sudah mencapai peminum kelas ma'rifat dalam rantai segitiga peminum kopi. Orang yang minum kopi kelas kelas robusta atau arabika itulah yang levelnya masih "entry" di jagad raya peminum kopi," ujar wagino sambil nyruput kopi gayo.

"Lha kok iso, No...." ateng penuh selidik

"Loh yo jueelasss.... juelasss... " wagino ngebal ngebul rokok kretek lingwe 
"Kowe iki pernah dengar Ittihad-nya Al-Hallaj, atau pernah tahu Rabi'ah Al-Adawiyah dengan takhalli-nya ora ? " wagino masih kebas kebus...

" Ora ik..." ateng mlongo

"La ilaha illa ana - nya Abu Yazid al Bushtami " alis wagino naik sebelah.
"Oraaaa....." santai ateng 

"Maulana Rumi dengan dervish dance-nya...?? " Wagino kebas kebus lingwe-nya. Kali ini tatapannya mulai serius.

"Ora no... wagino..." ujar ateng kalem

"Siti Jennar dengan Manunggaling Kawula-Gusti...?? " kali ini kebas kebus lingwe-nya berhenti.

"Nahhh.......nek kuwiii.....???" seloroh ateng
"Ngerti toh...." cegat wagino
" ora juga.... 'no" jawab ateng.

Tiba tiba sandal jepit melayang kembali ke ateng.....
"Janc*****ok, sendalmu ngopo mlayang nang rai-ku" guyon ateng
"Bacaanmu ki opo ? opo - opo ra ngerti. Keakehan stensilan mesti..." wagino mlotot.
"Heheheheheh...."ateng nggaya kebas kebus.

"Tak critane ki...." wagino bersiap kebas kebus maning.

"Pernah liat perbedaan antara orang yang minum kopi sachet dan minum kopi arabika ?. Peminum kopi sachet kuwi gak pernah repot repot untuk melakukan penyeduhan kopinya. Air panas langsung tancep dengan kopi sachetnya... maksruput". "Coba nek peminum kopi arabika... peminum kopi arabika itu masih mikirin proses pembuatannya. Brapa takaran yang sesuai, tingkat kepanasan air sing arep diseduh dengan kopi. Setelah diseduh sedikit, kemudian di urek urek kopine baru ditambah lagi air panasnya. Itu gak boleh langsung diminum. Harus ditunggu sekian menit, baru boleh dicium cium. Belum boleh diminum loh, teng. Harus dirasakan aromanya.....peminum kopi arabika ini masih berkutat terhadap proses proses. Ibarat orang orang yang level ibadahnya masih level tarikat. (tarikat - hakikat - ma'rifat). Peminum kopi ini masih sibuk dengan bacaan, tatacara, rukun, bahkan syarat sah minum kopi itu sendiri " wagino terkekeh kekeh.
"peminum kopi yang sudah mencapai level sufi itu sudah tidak mempermasalahkan lagi proses proses pembuatan kopi, ibarat kopi sudah mendarah daging dengan dirinya" terang wagino ora jelas.

"Hoooooooo......moso toh ?? " ateng mlongo.
"Bukannya kopi sachet itu kalo diistilah matematika merupakan turunan terakhir dari kopi yo no...wagino ?? " tanya ateng

"Jan*****kk, malah turu ki, wagino. Tak ajak diskusi malah turu. Tangi...tangi" sewot ateng.

"trusno crita-mu, teng.... ane mendengarkan iki"  wagino sambil setengah ngiler.

"Lha iyo kuwi....minum kopi sachet merupakan bentuk penjajahan oleh bangsa sendiri. Dahulu masih mendinglah kita dijajah bangsa asing. Meski gak mending mending amat.  Kowe ngerti ceker ayam po ora wagino.... Ceker ayam kuwi menjadi makanan favorit bangsa kita dari sewaktu penjajahan dahulu hingga sekarang.  Saat itu, ceker ayam itu dibuang buang malah. Karena Meneer en Noni Belanda itu gak ada yang doyan sama ceker ayam. Lha, sama rakyat pribumi kayak kita kita ini, dikumpulin kemudian dimasak. Jadilah makanan ceker ayam nan lezat itu. Sebenarnya kalo dilihat secara filosofi-nya, ceker ayam itu sendiri kan merupakan turunan terakhir dari seekor ayam. Alias ampasnya ayam. Begitu pun kopi sachet"... terang ateng menjelaskan bak profesor.

" zzzz.....zzzz" wagino masih ngiler sambil (kayaknya) mendengarkan.

"Gubernur Hindia Belanda Daendels-pun sampai harus membuat 1000km jalan dari Anyer hingga Panarukan. Salah satunya untuk membentuk pos pos jalur pengiriman kopi. Sistem tanam paksa kopi pun pernah di terapkan Daendels, meski ada beberapa tempat yg tidak memungkinkan untuk ditanami kopi seperti didaerah kendal, dst. Daerah daerah yang potensi untuk dipanen-i kopi dipaksa terus bertani kopi. Untuk memenuhi hasrat kopi orang bule. Sehingga kopi arabika dan robusta yang kelas terbaik itu justru dinikmati oleh kelompok yang berada di luar Indonesia. Sementara kita sibuk direcoki oleh kopi "ceker ayam" sachet"  

Ateng tampak berapi api menjelaskan kepada wagino yang setengah tertidur.

"Contoh penjajahan yang sampe sekarang ya, No. Kita tidak pernah mengenal budaya minum susu. Kecuali susu ibu atau air tajin malahan. Kelompok masyarakat Jawa lebih mengenal budaya minum teh, sedangkan masyarakat sumatera dan sebagian sulawesi sangat kental budaya minum kopi. Ora ono sing budaya minum susu. Budaya minum susu justru dibuat oleh peminum kopi bule tadi, karena mereka punya bisnis per-sapian di negaranya, kemudian dijual ke negara kita ". "Coba liat jepang, mereka budaya-nya minum teh, ngono kuwi"

Wagino membuka sebelah matanya....

"Hmmm belum tahu dia siapa ateng... gini gini ane kenal juga mas gugel dan tentu pernah baca st**sil " dalam hati 

"Itulah bentuk penjajahan oleh bangsa lain terhadap bangsa kita. Sekarang iki, untuk per-kopian, kita dijajah oleh bangsa sendiri. nek arep ngombe kopi sing tenanan ki kudu mbayar larang. Moso' "sakdet-saknyet" tuku kopi nang "bebek bintang" ki regone luaraaangeee pooollll". "Ato nek arep ngombe sing murah yo kudu ngombe sing kopi ceker ayam kuwi."

"opo kuwi bebek bintang " wagino interupsi.
"kuwi loh... starduck, no" kata atenk
"Starbuck.... teng" wagino malah membuka mulutnya bukan matanya. Matanya masih kriyep kriyep     
" lah iyo itulah pokoke.......no "

"Yo wis..... kowe iki saiki arep ngopo ?" selidik wagino.
"Aku arep punya warung kopi... pinggir jalan. Sing jualan kopi asli. Kopi Nusantara. Tak jual regone murah. Nek kowe ngerti gugel-en kopi duha. Nah kuwi koncoku dodolan kopi apik en regone masuk akal"

"Lho iyo. Moso warung kopi ono nang tengah jalan. Iso kesruduk kopaja ngko. Yo wis, tak dukunge, teng"

Sambil menyeruput sruputan kopi gayo terakhir, wagino bertanya " by the way, kowe iki sering misah misuk, joncak ja*****uk ora nggenah, sakjane ngerti opo ora toh artine, teng.."

" ora no.....hahahahhahah" ateng sambil senyam senyum
"Oooooo.... ja****k kon" kaget wagino sambil njomplang dari kursine






Minggu, November 29, 2015

Menebak karakter calon pasangan/ gebetan dari klub sepakbola favoritnya

Source Pic : google.com
Tontonan sepakbola merupakan hiburan murah meriah milik semua mayoritas Pria. Senang dan susah seorang pria merasa terhibur dengan menonton pertandingan sepakbola apalagi kesebelasan kesayangan mereka bertanding. Sebagai seorang penikmat sepakbola, ternyata kesebelasan yang cintai oleh pria itu bisa menggambarkan karakter dari pria itu sendiri. Bagi para jomblowati, tulisan saya dibawah ini bisa sedikit membantu untuk menilai pria atau cowok gebetan kalian dengan melihat klub kebanggannya. 

1. Liverpool Tipe pria yang menjadi fans Liverpool tidak diragukan kesetiannya. Bagi wanita yang memiliki kekasih seorang Liverpudlian tidak usah takut cowok atau pasangannya lirik lirik cewek lain. Orang tipe ini biasanya kaku dalam cinta. Gaya Kick n Rush khas umpan lambung en crossing selalu dikedepankan. Selama bertahun tahun pria Fans Liverpool selalu menunggu. Bahkan dari bensin seharga Rp. 2500. Ia akan menerima kamu apa adanya. Tetapi jangan terlena dengan penampilan pria/ cowok ini, meski terlihat muda atau kinyis kinyis, biasanya umur mereka sudah tua. Diatas 33 tahun loh... bagi perempuan yang menginginkan pria yang berumur, cocoklah ya 

2. Manchester United Tipe pria Manchunian ini juga memiliki kesetiaan yang baik. Lebih suka to the point dalam mengutarakan maksudnya. Yang jadi kelemahan pria fans manchester united ini suka galau dan susah move on. Masih suka membanding bandingkan dengan yang dulu dulu. Sangat sensitive bila dibandingkan mengenai sejarah masa dulu mereka dan sekarang. 

3.Barcelona Pria penyuka team Barcelona ini biasanya Flamboyan. Humoris karena lebih sering menangnya. Menghibur. Tetapi kadang suka tidak terima dengan kekalahan. Menganggap orang lain itu lebih kecil / inferior dibanding mereka. Prestasi mereka cukup banyak. Tetapi bila dihadapkan pada persaingan yang setara dan ketat, suka agak grogi. Agak sedikit ribet. Seperti tim barcelona yang suka-nya umpan mutar muter khas tiki taka. Kalo wanita melihatnya akan terlihat ribet. Kenapa gak langsung ditendang ajha eaaa 

4. Real Madrid Pria penyuka team Real Madrid biasanya temperamental. Srudak sruduk. To the Point, tanpa tedeng aling aling. Terbiasa dengan pressing tinggi. Jangan salahkan bila anda menggangu akan mendapat perlakuan yang luar biasa seperti di tekel keras, sikutan udara. Meski begitu pria Real Madrid sangat memperhatikan kesehatan dan penampilan mereka. Klimis khas CRonaldo, jenggot tipis ala Sergio Ramos, atau bahkan yang memiliki perut gendut ala Rafael Benitez pun masih terlihat sooo seksiii..... uhuk uhuk 

5. Manchester City Pria fans manchester city ini biasanya labil. Masih bingung menetukan sikap. Apalagi saat ini klubnya lagi jarang menang. Pria Mancity ini biasanya juga mengidolakan klub lain seperti Barcelona, atau Real Madrid. Biasanya masih alay alay gitu... gampang pindah ke lain hati. Asal jangan pindah ke sesama pria aja eaaaa 

6. Chelsea Tipe pria Fans Chelsea ini lebih seperti pria nelangsa. Rambut tak tertata rapi, jalan pun terlihat tak bertenaga. kelihatannya tanpa motivasi, padahal kemampuan mereka sebenarnya diatas rata rata. Maklum klub nya lagi payah... aliaz kalahan. Dengan semangat baja, pria klub ini melanjutkan perjalanan hidupnya..... Come on Chelsea Man.... 

7. Arsenal Nah, pria fans Arsenal ini bisa dibilang pria luar biasa. Mereka akan mengidolakanmu seperti pergerakan sepakbola khas 4-2-3-1. Seperti orkestra. Ibarat penikmat kopi, mereka akan menbangun keromantisan benar benar dari bawah. Emosi akan dibawa ke level tertinggi. Klepek- klepek kau dibuatnya.  Demikian sekelumit saran dari seorang Gunner.... gak usah dibuat pusing. Karena sesungguhnya kebenaran itu semua datang dari ALLAH SWT, dan al insanu mahalul khoto' wa nisyan. Manusia itu tempatnya salah dan lupa. Akhiru kalaam Assalamualaikum Warohmatullhi Wabaraokaatu   

Saya (sudah) tidak memilih PKS lagi

Tentu kita sangat mengenal istilah "Gentlemen Agreement". Istilah ini sangat familiar di lingkungan bisnis, meski tak tetutup kemungkinan bahwa istilah ini juga familiar dalam lingkup pertemanan. Secara umum, istilah ini dapat diartikan suatu perjanjian tanpa ada bukti secara formal. Terkadang gentlemen agreement ini hanya berupa ucapan, atau bukti berupa secarik kertas penuh corat coretan sebagai penanda bahwa perjanjian itu telah terjadi. Sikap, perillaku, perkataan, ketepatan, dan kesungguhan sangat dijaga didalam istilah ini. Jangan sekali kali berjanji, jika memang tidak dapat ditepati. Bagi sebagian pebisnis tionghoa, istilah "gentlemen agreement" sangat sering mereka terapkan. Hanya bermodal perkataan, suatu perjanjian dapat terjadi. Jangan coba coba untuk mengelak ataupun mengingkari perkataan yang pernah diucapkan jika tidak ingin seantero rimba perbisnisan mereka tahu reputasi kita. Jadi janji, perkataan, apapun istilah yang mirip mirip dengan gentlemen agreement ini, sangat dipegang teguh, karena bisa sangat menjadi reputasi kita kelak. Pada waktu pak Harto jatuh dan muncul era multipartai, terus terang saya cukup kagum dengan partai yang menamakan dirinya Partai Keadilan (cikal bakal partai PKS sekarang). Bahkan pada masa sebelum partai keadilan ini berdiri, saya bahkan memiliki teman yang cukup banyak yang notabene merupakan kader Partai Keadilan. Cara berfikir mereka cukup baik, karena mereka rata rata merupakan mahasiswa. Otomatis cara berfikirnya pun relatif lebih baik. Pengajian pengajian mereka cukup aktif. Dalam beberapa pertemuan, saya bahkan pernah satu mobil dengan KETUM PKS sekarang Anis Matta. Meski saya tidak melakukan pembicaraan intens dengan pak Anis, tapi saya cukup mengerti percakapan dalam bahasa arab yang dilakukan Pak Anis dengan asistennya ( ya gak percuma dulu nyantri di ponpes di jateng). Tetapi semakin hari saya melihat partai ini jauh dari harapan saya mengenai "gentlemen agreement" itu tadi. Kekecewaan saya dimulai dari lengsernya GusDur. Ribuan bahkan ratusan ribu kader partai ini paling getol meminta Gusdur untuk mundur. Lhaa... Padahal kan yang milih mereka mereka juga. Tapi okelah, pada saat itu (mungkin) keputusan keputusan dan perilaku GusDur dirasa oleh sebagian kalangan dianggap tidak sesuai dengan kaidah kaidah yang berlaku umum. Hal itu sedikit masih saya maklumi Yang lebih mengganjal di hati saya, ketika seorang kader partai ini (PK atau PKS) berjabat tangan dengan seorang perempuan (michelle obama). Saya lebih terkejut lagi. 

Sebenarnya saya tidak pernah mempermasalahkan jabat tangan dengan siapapun. Mau laki laki, perempuan, waria, homo, ataupun lainnya. Yang jadi masalah buat saya ketika sesorang telah memproklamirkan dirinya tidak berjabat tangan dengan wanita, bahkan didalam perkataannya selalu mengatakan bahwa tidak berjabat tangan dengan perempuan itu menjadi masalah buat saya. Ketika kasus korupsi merajalela, eh seorang kadernya malah beropini dengan berapi api, ingin membubarkan KPK. Dan yang lebih tragisnya seorang kader yang juga merupakan President Partai malah terindikasi melakukan praktek korupsi dengan tema Pengadaan Sapi. Jika indikasi korupsi ini dilakukan oleh partai partai lain yang memang berjiwa maling, saya masih sedikit emosinya. Lhaa, ini indikasi korupsi ini dilakukan oleh kader partai yang menganut azas Islam, yang saya yakin didalam ceramah ceramahnya, dijelaskan bahwa korupsi itu haram, suap dan yang menyuap sama sama masuk neraka, bagi yang ketahuan akan dipotong tangannya, malah dia yang terindikasi melakukan korupsi. Malah pake acara ada konspirasi yahudi segale. Apa gak ada alesan yang lebih baik lagi Jadi simoe eh emosi lagi nih sekarang. Yang lebih gak masuk dinalar saya lagi ( mungkin kepintaran saya gak sepandai mereka mereka ini), ketika PEMILUKADA provinsi DKI jakarta. Pada putaran I kandidat partai ini HNW dan tim suksesnya, terang terangan berseberangan dengan calon Incumbent FOKE. Bahkan terang terangan mengkritik program Gubernut Incumbent. Lhaaa begitu masuk putaran 2 malah mengambil sikap mendukung calon Incumbent tersebut. Nalar saya gak sampe... Mungkin kepintaran mereka menembus batas bumi dan langit kali ya. Malah menggelar konferensi pers untuk mendukung calon incumbent. Tapi untuk kali ini saya memilih untuk tidak memilih pilihan Partai ini. Saya memilih calon yang lain. Dan terbukti calon yang saya pilih dalam pemilukada jakarta hingga saat ini memiliki bukti nyata. Dan banyak kejadian lain yang memutuskan saya menarik suara saya dari partai ini. Perkataan, perbuatan, attitude memang menjadi hal yang krusial. Ketika seseorang tidak dapat menepati janjinya, lebih baik tidak usah berjanji. Karena itu akan membawa reputasi baik atau buruk dirinya, keluarga, ataupun partai yang dia usung. Bila dalam dunia bisnis, sekali anda tidak menepati janji atau mencla mencle dalam suatu hal, siap siap menerima konsekuensi terhadap reputasi anda. Saya pernah mendengar diberikan nasihat secara langsung oleh Salah satu Direktur Utama ditempat saya bekerja dulu ? " KETIKA DIHADAPKAN PADA PERTANYAAN SULIT, BERFIKIRLAH 5 detik. TIDAK USAH TERLALU LAMA. KARENA JAWABAN YANG KELUAR DARI MULUT ORANG YANG BERFIKIR HANYA 5 DETIK DENGAN YANG TIDAK AKAN JAUH BERBEDA HASILNYA". Intinya tetap istiqomah didalam menjaga perkataan. Istiqomah terhadap tauhid, dakwah, akhlaquh karimah (perkataan-perbuatan). 

So... Kamu telah kehilangan hak suara saya pada Pemilu nanti. Salaam


Jumat, November 27, 2015

20 Tahun.... Abege.... dan....

Ketemu teman yang sudah gak bersua selama  20 tahun itu rasanya gimana gitu... Agak canggung, tapi ya senang dan gimana gitu. Maklum 20 tahun. Teman seperjuangan waktu masih bocah yang terlempar ke daerah untuk me-"nyantri". Bercerita kisah lama yang kadang juga gak nyambung. Maklum, ingatan kita masing masing berbeda. Mungkin saya yang lebih kuat ingatannya atau teman saya yang pelupa. heheheheheh...

Ketika omongan ngalor ngidul sampai pada topik yang akhirnya  benar benar membuat kita terhenyak penuh arti. Kita berdua sama sama memulai kehidupan yang sangat jauh dari hingar bingar kota, dalam usia yang masih sangat muda. Usia 12-13 tahun,  Ya... umur 12-13 tahun. Lulus Sekolah Dasar dan jauh pula. Kota Solo menjadi saksi perjalanan kehidupan sebagai seorang"abege". Kota yang saat itu harus ditempuh selama 12 jam perjalannan dengan menggunakan kereta api dari Jakarta. Dan jangan sekali kali membayangkan kita berada di kota besar-nya. Kita terdampar ditempat yang berada ditengah tengah ladang tebu saat itu.  Jauh dari mana mana.

Omongan ngalor ngidul tak berujung ini pun menggaris bawahi keluguan dan keberanian kita saat itu untuk berpisah dengan keluarga. Mengetawai diri sendiri mana kala kita di bully oleh senior senior, tak ada tivi, sampai harus digundul keliling. Saya yang notabene "anak kota" Jakarta pada akhirnya bisa sangat gampang memanjat pohon kelapa. Pohon kelapa yang biasa saya lihat di ancol,  Pulang - pergi Jakarta - Solo sendirian udah "makanan' saya tiap liburan sekolah. Beli tiket di stasiun solo balapan, bolak balik ke gerbong restorasi kereta senja utama, kenalan sama "pramugari" kereta biar dapet tambahan se-iris kelapa kopyor-nya kereta api. Oh ya....saat itu minum kelapa kopyor warna merah di kereta api merupakan kenikmatan yang tiada tara.

Hampir mati ketika naik gunung pun sudah pernah. Gunung Slamet, menjadi saksi manakala air ludah pun terasa pahit untuk ditelan.  Kelas sejak 2 SMP kita sudah berkelana mengelilingi gunung yang ada di Jawa. Gunung Lawu mungkin bosan ketemu sama kita, Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, Slamet kita sikat tak lebih dari 3 tahun masa SMP-SMA. Oh ya satu lagi.... biar gini gini kita sudah pemegang gelar BANTARA di ekskul Pramuka. Sementara yang lain paling seumur hidupnya paling mentok sampe Penggalang Rakit. :) . ( padahal bantara yo uooopoooo....)

Obrolan ngalor ngidul antara teman yang telah 20 tahun tak bersua pun hampir terhenti manakala timbul pertanyaan apakah kita akan melakukan hal yang sama dengan orang tua kita dahulu untuk memasukkan putra/putri kita untuk menyantri seumur kita dulu. Ketika kita melihat anak anak sekarang yang tidak  bisa lepas dari gadget-nya, bahkan untuk pergi membeli ayam goreng Fastfood sendiri pun tidak bisa. Harus orangtuanya yang mengantri-kan. 

Harus kah ?


Rabu 19.30wib

Kamis, November 26, 2015

Memaknai level (cinta) ma'rifat dalam kentut

Source pic : google.com
Mencermati proses terjadinya per-kentut pada pasangan muda mudi semakin meyakinkan saya bahwa kentut bisa mencerminkan tingkatan cinta seseorang. Didalam islam dikenal tangga level : syariat - tarekat - hakekat dan ma'rifat. Dimana makrifat merupakan level tertinggi kecintaan seorang salik ( pengikut sufi) terhadap penciptanya. Mengesampingkan cinta utama kita kepada Allah dan rasul, dalam hal ini wujud kecintaan antara laki dan perempuan mencapai titik tertinggi. Dalam beberapa literatur ya mirip mirip seperti "Manunggaling Kawul Gusti" -nya syeikh Siti jenar, atau Maulana Rumi dengan Dervice Dance-nya. Hehehehe

Suatu hubungan bisa dikatakan "manunggaling", melebur, menyatu bila sudah berhasil mengeluarkan perkentutan antar pasangannya. Apalagi ketika akan terjadi proses perkentutan itu diawali dengan ritual khusus, saling tatap, mendengar, berbicaradari hati kehati, untuk kemudian Brooooottt..... brooottt.... menembus awan itu rasa dan aroma kentut.

Pada level cinta alay, makna kentut itu masih dipahami sebagai bentuk cinta level pelaku syariat. Pelaku level syariat ini masih berkutat ditekhnis kentut. Metoda kentut yang baik, bacaan doa kentut. Kentut itu tidak boleh kedengeran, tidak boleh berbau, atau tidak boleh dikeluarkan sehingga perut pun mulas. Boro boro naik level ke makrifat, doa bangun tidur aja masih planga plongo.
Pelaku cinta kuliahan hingga orang kantoran lebih sama aja. Meski tampak lebih "mature", tak beda jauh dengan alay. Masih berkutat di level tarekat. Bila kentut keluar, maka pasangan ini akan saling menyalahkan dan menuding. Mending yang dituding pasangannya, bisa bisa tukang nasi goreng keliling menjadi sasaran amuk pasangan ini atau salah satunya.

Begitulah dunia perkentut-an. Lain halnya bila pasangan yang sudah mengarungi bahtera hidup dan sudah sangat menyatu. Tidak perlu lama usia "kesatuan mereka". Level kentut melambangkan cinta makrifat ditandai dengan pernikahan antara keduanya. Ketika kentut itu ber brooot....brooot, tidak akan ada yang disalahkan. Sisi romantisme akan semakin dalam. Kentut itu akan menimbulkan aksi aksi yang romantis. Oh sayang.... kamu kentut ya.... sambil mencubit sang pasangan. Dan sang pasangan ,sambil mencium kening bilang "iya sayang, aku kentut". Luar biasa.
Sensani pergerakan bokong dalam meletupkan kentut itu menjadi dinamis, tidak menggebu gebu, tidak grusa grusu. Halus, meski aroma khas cinta menyebar ke seantero jagat raya. Tidak harus lari kebelakang atau kabur ke rumah tetangga untuk mengeluarkan kentut itu.
Sebagai pasangan level makrifat dalam kentut, sangat menikmati hubungannya. Tidak ada yang sesuatu hal yang ditutupi. Semuanya hanya untuk kebahagian pasangannya, bahkan kelalaian pasangannya aka selalu dimaknai untuk perbaikan. Meskipun hal itu berupa sehembusan kentut.
Jadi, kapan terakhir kentutmu menjadi senyumku.... ?

Terinspirasi dari sesuatu

Sabtu, Oktober 24, 2015

Tetesan kopi duha di sudut Ambarawa

Menyelinap nyelinap antara warung kopi dipantura agak "ngulon" sitik, gak menyangka nemu warung dengan "High Quality" kopi di kota ambarawa. Dan turut menyediakan kopi import juga. 
Mengunjungi suatu kota, tanpa mengunjungi warung kopi tradisional yang ada dikota tersebut merupaka sesuatu yang hambar bagi saya. Alhasil, ketika saya pada akhirnya mengunjungi semarang, saya memaksa sahabat seperjuangan saya, untuk mengantarkan saya ke warung kopi punya teman saya juga di daerah Ambarawa. Warung kopi Duha lebih tepatnya. 

Teman yang juga sudah lama tak bersua hampir sekitar 15 tahun, menjalin silaturahmi bisa mendatangkan keberkahan bagi yang melakukannya.
Perjalanan dari kota semarang kira kira membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit menuju kota ambarawa. Ketika pada akhirnya saya berhasil menemukan warung kopi duha ini, tak sabar untuk menyelinap masuk. Banyak berjejer kopi single origin terpampang di meja bar. Tak tampak barista melayani pembeli kopi. Selidik punya selidik, ternyata khusus kopi dilayani mulai sore hari. Karena kebetulan sang pemilik warung kopi yang juga teman saya sedang keluar. Tak sabar ingin mencicipi kopi, saya mencoba untuk meracik sendiri kopi-nya, tentunya dengan persetujuan sang pengawas warung. Kopi-nya cukup mempuni. Mengenai rasa dan aroma silahkan mencobanya sendiri

Halaman rumah oleh sang pemilik dirumah menjadi tempat nongkrong yang lumayan cozy bagi penikmat kopi. Meski tak mudah membangun kultur masyarakat menjadi pecinta kopi single origin, tapi pelan dan telaten, warung kopi duha telah memberikan alternatif ngopi bagi para pelanggannya.